Di jaman yang makin canggih ini apapun bisa dilakukan. Termasuk menciptakan sebuah robot yang bisa melakukan apa saja. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa di Surabaya ini, ia menciptakan inovasi dan karya dibidang teknologi yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan.

Mukti Ari Wibowo adalah salah satu mahasiswa Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Ia berhasil menciptakan sebuah robot pembersih lantai yang diberi nama Mr Floor Cleanser atau Mr FC. Dengan bermodalkan uang Rp 3 Juta, ia menciptakan robot tersebut. Sebagian besar bahan robot ciptaannya merupakan hasil modifikasi alat-alat bekas.

Menyapu dan mengepel rumah adalah salah satu rutinitas yang wajib dikerjakan di rumah, apalagi jika Anda adalah seorang ibu rumah tangga. Tak cukup hanya sekali, terkadang lantai rumah harus dibersihkan beberapa kali dalam sehari karena debu yang selalu saja menempel. Buat para ibu yang dilanda musim repot karena ditinggal pembantu rumah tangga pulang kampung. Tak perlu bingung karena ada pengganti tugas mereka. Kini tidak perlu capek membungkuk saat menyapu dan mengepel. Serahkan saja urusan ini pada robot. Kabar gembira nih kayaknya buat ibu-ibu, hihihi. 🙂

Mukti berharap Mr FC hasil karyanya bisa menjadi alternatif solusi untuk meringankan pekerjaan rumah tangga, terutama membersihkan lantai, menyapu, mengepel sekaligus mengeringkannya dalam waktu bersamaan. Robot tersebut dirancang untuk dapat berjalan menyusuri lantai, bahkan di kolong-kolong meja dan kursi yang sukar dijangkau oleh tangan. Menurut Mukti, Mr. FC memiliki mode pilihan lama waktu yang diinginkan, sehingga mudah untuk dapat dikendalikan dan penggunaanya.

“Masyarakat dalam masih membersihkan rumah, terutama lantai masih dengan metode konvensional, jadi masih dibersihkan manual dengan sapu. Kita bisa setting, bisa menyapu saja sama vakum atau sekaligus menyapu, vakum sama ngepel,” terang Mukti. Robot ini berbaterai 12 Volt dengan mikrokontroler Arduino Mega dan sensor ultrasonik itu menurutnya, dirancang untuk dapat bergerak otomatis dengan dua mode pilihan yaitu zig-zag dan acak.

Cara mengoperasikan alat itu menurut dia juga sangat mudah. Pertama, atur lama waktu operasional dengan menekan tombol plus minus lalu enter dan pilih mode pergerakan dengan menekan tombol zig-zag atau acak lalu enter. Terakhir pilih piranti optional jika ingin melakukan pembersihan sekaligus pengepelan, tekan tombol Pel. Jika hanya ingin melakukan pembersihan dengan vaccum cleaner saja tinggal tekan tombol enter dan robot akan bergerak sesuai dengan setting.

“Bagi para ibu rumah tangga yang kesulitan mencari tenaga pembantu rumah tangga yang terampil dan dapat dipercaya maka Mr. FC jadi alternatif solusi untuk menjaga rumah agar tetap bersih,” jelas mahasiswa angkatan 2012 tersebut.

Robot pembersih buatan Mukti ini dilengkapi dengan sensor di bagian depan, untuk mendeteksi halangan yang ada di depan robot saat melakukan tugasnya. Robot pembersih ini selain memakai komponen elektronik, juga memanfaatkan bahan bekas seperti roller cat untuk pengepel, sapu ijuk, kipas untuk pengering serta mini vakum untuk menyedot debu. Sumber energi bisa diganti dengan listrik, gampang kok kalau ingin mengubah sesuai kebutuhan rumah tangga, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan saja.

“Kedepan kita tambah sensor di samping kiri dan kanan, agar bisa mendeteksi halangan yang di samping,” kata Mukti.

Mukti membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk membuatnya robot pembersih itu dengan biaya sekitar 3 juta rupiah. Setelah dilakukan penyempurnaan dan pengembangan, Mukti berharap robot buatannya dapat diproduksi massal untuk membantu tugas masyarakat membersihkan rumahnya.

Dengan karya ini mahasiswa akan lebih tertantang untuk menciptakan prestasi. Memasuki jaman modern, mahasiswa harus berani menciptakan karya-karya yang baru. Dengan begitu, bukan hanya materi saja yang diandalkan tetapi juga mampu praktik di lapangan sesuai materi yang diajarkan. Dengan konsep itu mereka dapat menciptakan inovasi yang baru, seperti membuat robot tersebut.

Ya begitulah, semua pekerjaan manusia dapat digantikan oleh robot. Karena tenaga manusia pasti ada rasa capek dan lelahnya, sedangkan robot sangat kuat untuk membersihkan rumah dan tidak ada kata capek. Tetapi jangan terus-terusan mengandalkan robot ya. Dan untuk mahasiswa yang sudah menciptakan robot tersebut, patut diacungi jempol, semoga anak-anak Indonesia bisa lebih maju lagi dalam hal teknologi. Amin 🙂