Robot humanoid dari softBank Robotika yang berada di belakang tim Pepper. Mereka merencanakan sebuah platfrom untuk pengembangan mesin dan menciptakan aplikasi yang dapat membantu pekerjaan sehari-hari seperti, membersihkan rumah dan menjaga rumah. Pepper sudah mampu mengembangkan dan membangun apps menggunakan Android tools, namun SoftBank Robotika juga lagi mempertimbangkan karena cara membuka platform mirip dengan mobile “app store”. App ini dikembangkan untuk dijual atau dipasarkan ke konsumen, kata Nicolas Boudot selaku Direktur Penjualan EMEA, dalam sebuah wawancara di Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, pada hari Selasa.

Boudot memberi contoh perbaikan rumah atau perawatan untuk orang tua sebagai potensi aplikasi perangkat lunak yang dapat dibuat. Namun, dia tidak memberikan jangka waktu yang tersedia untuk pengembang. Katanya SoftBank Robotika saat ini berfokus pada pertumbuhan penjualan produk, yang biaya mencapai $20.000 (sekitar ¥ 2,3 juta), untuk bisnis. Tim Pepper telah menjual robot sekitar 10.000, sejak mereka mulai pengiriman di tahun 2015. Namun hampir semua penjualanan digunakan oleh bisnis di Jepang, untuk merayu konsumen sehari-hari.

Tim Pepper menggunakan SoftBank Group Corp sebagai penolong Toko di toko-toko ponsel di Jepang. Pada bulan Januari, perusahaan merilis koleksi aplikasi baru berorientasi yang mampu mengatasi pekerjaan rumah, seperti untuk mengontrol pencahayaan rumah dan untuk beberapa robot yang lainnya telah dijual kepada konsumen individu. SoftBank Robotika ini sebelum di akuisisi oleh Perancis pada tahun 2012 sebesar $100 juta, telah dipasarkan terlebih dahulu di Jepang setelah peluncuran sebagai bagian dari SoftBank.

Sekarang perusahaan mencoba untuk meningkatkan jangkauan penjualan robot di Eropa. Perusahaan saat ini memiliki 40 robot yang bekerja di Perancis tepatnya disupermarket Carrefour SA, serta 30 lebih pada kapal-kapal yang dijalankan oleh Costa Cruise, kata Boudot. Di AS, Taproom piramida di Oakland International Airport telah menggunakan robot ini selama sekitar dua minggu sebagai penyambut tamu.

Namun, Boudot mengakui bahwa Eropa lebih waspada terhadap peminat robot yang semakin penting bila dibandingkan dengan manusia di Jepang. “Di Eropah banyak yang khawatir dengan robot yang semakin maju dan akan mengambil kekuasaan lalu mencuri pekerjaan kami,” katanya, setelah orang-orang berinteraksi langsung dengan Pepper dan mereka tertarik untuk mempelajari lebih lanjut.

“Kami tidak menggantikan manusia,” tegasnya. “Kami membantu orang-orang fokus pada pengembangan diri dan penambahan nilai terhadap diri sendiri.” Pepper saat ini menggunakan teknologi suara dari nuansa Komunikasi Inc, tetapi juga bekerjasama dengan teknologi suara Microsoft. Mungkin paling mengejutkan, Pepper menggunakan chip Intel Group dan ARM Holdings. SoftBank membeli lengan robot senilai $32 miliar pada bulan Juli. Dan Boudot menolak untuk memberi komentar tentang berapa lama Pepper akan terus menggunakan teknologi chip Intel.