All for Joomla All for Webmasters

Robot adalah sebuah perangkat mekanik yang diciptakan dengan mengintegrasikan program kecerdasan buatan atau yang biasanya dirujuk sebagai Artificial Intelligence (AI). Pada mulanya, kata Robot berawal dari bahasa Czechoslovakia yaitu “Robota”. Kata Robota tersebut memiliki makna sebagai kuli yang tidak mengenal lelah, yang bertujuan untuk membantu manusia menyelesaikan tugas-tugas berat. Dan sampai saat ini, industri Robot telah memproduksi banyak Ragam Robot Mumpuni yang telah diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis.

Nah, seperti yang kami katakan sebelumnya, penciptaan Robot memang diperuntukkan untuk membantu manusia menyelesaikan tugas-tugas berat. Namun, tugas berat seperti apa sih yang mampu diselesaikan oleh Robot? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentunya tugas berat seperti menjelajahi seluk beluk luar angkasa ataupun yang lainnya hanya dapat diselesaikan oleh Jenis Robot yang spesifik saja. Dan untuk menyelesaikan tugas spesifik, lantas Jenis Robot apa saja yang mampu menyelesaikan tugas tersebut? Penasaran, simak ulasan Jenis Robot yang sudah kami kemas semenarik mungkin.

A. Jenis Robot

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari Robots.com, ada banyak Jenis Robot spesifik yang diproduksi oleh industri Robot di dunia. Akan tetapi kita akan membahas lima Jenis Robot yang umumnya diproduksi yaitu Cartesian, SCARA, Silinder, Polar serta Artikulasi Vertikal. Dan dari kelima Jenis Robot tersebut, ada beberapa Jenis Robot yang mengintegrasikan konfigurasi tambahan. Nah, setiap Jenis Robot yang kami sebutkan ini nantinya akan menawarkan konfigurasi berbeda, dengan sendi yang terkoneksi dengan lengan yang biasanya dirujuk sebagai poros. Well, untuk memahami Jenis Robot yang sudah kami kemas di bawah ini. Berikut penjelasannya.

1. Robot Cartesian

Robot Cartesian atau yang juga dirujuk sebagai Robot Linier merupakan Jenis Robot yang memiliki tiga poros utama yang dapat ditunjukkan dengan tanda x, y, z melalui kontrol linier. Ini artinya, Robot Cartesian hanya dapat bergerak lurus dan tidak dapat berputar. Tiga poros utama ini nantinya akan menyesuaikan gerakan ke atas kemudian kembali ke bawah, ke kanan kemudian kembali ke kiri, dan ke depan kemudian kembali ke belakang. Pengaturan mekanik ini menyederhanakan kontrol lengan Robot melalui koordinat kartesius yang menyerupai gerakan Robot Gantry.

Untuk menggerakkan lengan Robot ini dibutuhkan otomasi melalui aplikasi Numerical control dan 3D printing. Aplikasi sederhana ini digunakan dalam penggilingan dan penggambaran mesin mana yang menggunakan pena atau router untuk diterjemahkan di poros x dan y, yang pada gilirannya alat dapat bergerak naik turun untuk menciptakan desain yang tepat.

2. Robot SCARA

SCARA adalah singkatan dari Selective Compliance Assembly Robot Arm atau Selective Compliance Articulated Robot Arm.

Pada tahun 1981, Sankyo Seiki, Pentel dan NEC menyajikan sebuah konsep yang sama sekali baru untuk perakitan robot. Robot ini dikembangkan di bawah bimbingan Hiroshi Makino, seorang profesor di Universitas Yamanashi. Robot yang dikembangkan tersebut kemudian dirujuk sebagai Robot SCARA. Robot ini dirancang dengan lengan yang kaku sebagai poros yang ditandai dengan z dan kedua lengan yang bebas bergerak akan ditandai sebagai x dan y, yang memungkinkan untuk beradaptasi dengan lubang yang terdapat di poros x dan y. Dilihat dari segi pengoperasiannya, Robot ini sangat menguntungkan bagi banyak jenis operasi perakitan, yaitu dapat memasukkan pin bulat dalam lubang berbentuk bundar tanpa menangkap pin bulat tersebut terlebih dahulu.

Untuk pengoperasiannya, Robot SCARA menggunakan sistem tata letak sendi yang menghubungkan dua lengan yang mirip dengan artikulasi manusia. Sistem ini menggunakan Inverse kinematics yang memungkinkan lengan untuk bergerak ke daerah tak terjangkau, yang kemudian dapat bergerak kembali atau melakukan gerakan melipat. Nah, umumnya Robot SCARA memiliki gerakan yang lebih cepat daripada sistem gerakan Robot Cartesian. Robot ini hanya memerlukan footprint kecil yang akan menyediakan bentuk pemasangan termudah, serta tanpa hambatan.

3. Robot Silinder

Robot Silinder terdiri dari lengan Horisontal dan Vertical yang dapat berputar pada landasan (lihat gambar di bawah). Jika dibandingkan dengan Robot Cartesian, Robot Silindris ini memiliki kecepatan gerak yang lebih tinggi, akan tetapi kecepatan tersebut tergantung pada momen inersia terhadap beban yang dipikulnya.

Dalam hal pengoperasian, sistem koordinat silinder yang ditandai dengan x, y, z dapat menjangkau ruang silinder yang lebih baik, meskipun titik antara ujung lengan terhadap garis penyangga tidak bergerak.

4. Robot Polar

Robot Polar atau yang dirujuk sebagai Spherical adalah Robot yang memiliki dua sendi rotary dan satu sendi prismatik. Atau dengan kata lain, Robot ini memiliki dua poros rotary dan satu poros linier. Dalam hal pengoperasian, Robot Polar ini memiliki lengan yang akan membentuk sistem koordinat bulat

Pada Gambar terlihat konfigurasi yang menunjukkan dimana body dapat berputar ke kiri atau kanan. Selain itu, sendi yang melekat pada badan dapat terangkat serta menurunkan pangkal lengan secara memutar.

5. Robot Artikulasi Vertikal

Robot Artikulasi Vertikal ini didesain dengan fitur sendi rotari yang dapat terdiri dari dua struktur sendi sebanyak 10 buah atau lebih. Robot ini memiliki tiga lengan yang dikoneksikan dengan dua Revolute Joint. Serta Elbow Joint akan menghubungkan Force Arm dengan Upper Arm. Dan Shoulder Joint akan menghubungkan Upper Arm dengan Basis. Dalam hal pengoperasiannya, lengan yang terhubung dengan sendi akan memutar secara bersamaan.

OK guys, itulah Jenis Robot yang perlu anda ketahui. Nah, seperti yang kita ketahui, untuk membuat sebuah Robot dapat bergerak bukanlah hal yang mudah ibarat membalikkan telapak tangan. Dalam hal ini, untuk membuat Robot bergerak maka dibutuhkan beberapa komponen yang sangat mendukung pergerakan Robot. Lantas apa saja komponen tersebut? Berikut penjelasannya.

B. Komponen Robot

Seperti yang kami katakan sebelumnya, Komponen Robot sangat berguna untuk mendukung pergerakan sebuah Robot. Tanpa komponen yang diintegrasikan ke dalam Robot, maka Robot tersebut sama saja seperti barang rongsokan yang tidak bermakna. OK tanpa basa basi lagi, langsung saja kita beranjak ke pembahasan komponen penting apa saja yang sangat mempengaruhi pergerakan Robot. Simak ulasan berikut.

1. Motor

Untuk menggerakkan sebuah Robot, diperlukan dua jenis motor yang akan digunakan. Masing-masing motor ini memiliki beberapa keunggulan serta kerugian tergantung pada desain tertentu robot. Berikut penjabarannya.

a. Motor AC

Penggunaan Motor AC biasanya memiliki daya yang terbatas pada industri robot. Motor ini lebih sulit untuk digunakan daripada Motor DC.

b. Motor DC

Motor DC sangat mudah digunakan, tapi kegunaannya untuk Robotika sangat bergantung pada gearing yang tersedia. Meskipun penggunaan motor ini bergantung pada gearing, namun Motor DC dapat membuat rasio gear menjadi lebih efisien untuk menyelesaikan tugas tertentu.

2. Linier Elektromagnetik

Linear Elektromagnetik terdiri dari kumparan solenoid dan batang ferrometal. Dalam hal penggunaan, batang akan dipasang secara longgar di kumparan yang nantinya dapat bergerak naik dan turun. Nah, ketika arus listrik mengalir melalui kumparan, maka batang akan tertarik ke pusat kumparan.

3. Aktuator piezoelektrik

Aktuator piezoelektrik adalah aktuator yang mengambil keuntungan dari efek piezoelektrik yang ditemukan dalam bahan tertentu. Bahan tertentu memiliki karakteristik menghasilkan potensi elektrik ketika dikompresi. Jumlah potensi di seluruh permukaan ditentukan oleh kekuatan perpindahan.

Well, itulah pembahasan mengenai Robot yang perlu anda pahami. Atas kunjungan dan perhatian dari seluruh pembaca, maka kami sebagai penulis tidak lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih yang sangat mendalam. Enjoy your weekend and see you in the next interesting article guys.

Related Posts