Robodex
Get this theme?

Teknologi Robot Jepang

Robot Jepang telah mendunia. Jepang pun saat ini telah menjadi negara dengan kemajuan teknologi yang sangat maju pesat. Tidak sedikit teknologi berupa barang yang telah di eskpor ke luar dari negeri terbit nya matahari tersebut. Robot Jepang yang sangat terkenal di dunia adalah “ASIMO” persembahan dari HONDA. Robot ASIMO ini di desain se apik mungkin. Robot ASIMO diciptakan untuk dapat membantu para lansia di Jepang dan di dunia yang tidak bisa bekerja mengurus rumah tangga lagi. Pembuatan ASIMO sangat disukai oleh masyarakat dunia, sebab pekerjaan yang paling mulia adalah membantu orang lain dan itulah yang dilakukan oleh robot ASIMO.

Tidak hanya ASIMO saja yang menjadi robot ciptaan negeri sakura itu, sudah cukup banyak robot yang telah dicptakan oleh negara para Samurai tersebut. Robot-robot yang diciptakan Jepang pun memiliki kesan baik dihati para masyarakat dunia. Robot yang telah diciptakana oleh Jepang seperti, Humanoid Entertainment Robot (cth ASIMO) , Android (cth Actroid), Animal (berkaki empat) Robot (cth AIBO), Robot Sosial (cth Musio) dan Penjaga Robot (cth Banryu). Di Jepang industri robot lah yang lebih penting dari pada yang lain dan sangat berbeda dengan negara lain di dunia. Jepang telah mempekerjakan lebih dari seperempat juta pekerja robot seperti menjadi pelayan restoran dan lain-lain. Dalam 15 tahun ke depan, Jepang berharap bisa melompat ke jenjang yang lebih dari satu juta. Mereka juga berharap pendapatan untuk robot tersebut bisa mencapai harga $ 70 milyar pada tahun 2025 mendatang.

Dan lagi-lagi Jepang menciptakan teknologi yang sama seperti yang di atas yakni robot. Tapi kali ini robot yang diciptakan tidaklah sama dengan ASIMO atau teman-teman robot nya yang lain. Seperti ASIMO yang menjadi pelayanan kali ini Yuji Sone seorang Dosen di Teater dan Studi Kinerja akan menciptakan “Robot Budaya Jepang” yang berbeda dengan robot-robot lain nya yang telah tercipta terlebih dahulu. Robot Budaya Jepang ini akan memberikan suatu kinerja, imajinasi dan modernisasi. Kehadiran robot seperti itu tampaknya akan semakin membuktikan bahwa Jepang sebagai negara dengan teknologi tinggi dan penuh dengan pengalaman dalam berteknologi.

Terciptanya “Robot Budaya Jepang”

Kenapa Yuji Sone ingin menciptakan “Robot Budaya Jepang”? Karena robot yang selama ini telah diciptakan hanya menjadi pelayan ataupun alat pesuru saja. Yuji Sone ingin robot kali ini tidak hanya sebatas robot pelayan namun juga dapat memberikan ilmu-ilmu yang dapat dipelajari. Bahasa Inggris dan bahasa Jepang memiliki makna tersendiri dalam mengartikan yang nama nya “Robot”. Robot dalam arti kata bahasa Inggris adalah program berbentuk mesin yang bisa bergerak. Dan dalam bahasa Jepang berarti mesin yang dapat bergerak dan bisa di kontrol yang dibuat oleh manusia. Istilah robot diperkenalkan pertama kali oleh seorang berkebangsaan Chekoslowakia bernama Karel Capek (1890-1938) di tahun 1920, berasal dari bahasa setempat robota yang berarti budak atau kerja manual.

Masyarakat Jepang mempunyai ketertarikan dengan robot yang memiliki status layaknya seorang bintang pujaan. Seperti di World Expo 2005 lalu di Perf. Aichi, pavilion-pavilion yang menonjolkan pertunjukan robot-robot yang bisa berbicara, berlari, menyanyi, menari, dan memainkan alat-alat instrumen musik. Pertunjukan itu telah menyedot perhatian para pengunjung untuk bisa melihat pertunjukan dari para robot yang luar biasa itu. Meskipun pengunjung harus rela antri berjam-jam untuk bisa menontonnya. Juga pada even-even yang lainpun, orang-orang berduyun-duyun bergandengan bersama keluarganya mendatangi pameran-pameran robot di berbagai tempat, bertanya dengan para pakar untuk mendapatkan penjelasan singkat tentang robot. Dan sudah menjadi hal yang umum di masyarakat Jepang melihat orangtua dan anak-anaknya berpose bersama robot sebagai momen kenangan.

Ini semua tidak terlepas dari adanya perbedaan cara pandang dan cara mengenalkan robot kepada masyarakatnya. Lihat saja contoh kasus pengaruh manga (komik) tentang robot seperti film kartun legendaris dan paling digemari Astro Boy atau Tetsuwan Atom-kun (kun panggilan untuk anak), sebuah film animasi yang menggambarkan robot berbentuk seorang anak laki-laki seusia anak-anak SD yang bersahabat dengan manusia, mungkin bisa menjadi contoh terbaik sebagai penyebab pendekatan yang berbeda tentang robot antara Negara Barat dengan Jepang. Tetapi memang bukan itu saja, penyebabnya, karena menurut akar budaya mereka, kecintaan Jepang kepada robot juga kembali kepada masa lalu mereka di masa periode Edo (1603-1867). Itulah sedikit rincian alasan yang mendekati mengapa Yuji Sone menciptakan robot baru bertemakan “Robot Budaya Jepang” yang dikarenakan masyarakat Jepang memiliki ketertarikan yang sangat luar biasa terhadap robot dan robot memiliki kedudukan yang sama seperti para artis dapat bernyanyi, berakting, berpidato dan memiliki bakat lain yang sama dengan manusia.

Robot CASINO DEALER ASIA

Awal tahun ini, Demonstrasi sebuah robot dealer membagi kartu(dealer) dalam permainan baccarat di markas Paradise hiburan Ltd, di Makau, Cina. Setelah membuat debut di acara game di Macau, Robot casino ini kembali diperkenalkan di Amerika Serikat, dimana biaya tenaga kerja di negara AS lebih tinggi daripada di Asia dan dunia.

Meski terlihat baru, robot casino ini memiliki kemiripan dengan virtual dealer yang telah ada di ibcsbobet. Robot ini diharapkan dapat menjadi solusi yang baik dalam perjudian yurisdiksi dimana permainan judi dilarang oleh pemerintah misalnya indonesia dan thailand.

Potensi keuntungan dalam keamanan dan keramahan menggunakan robot sebagai dealer di casino lebih efisien pada urusan kartu yang biasanya mendistribusikan 30 persen lebih dari seorang manusia dalam setiap periode tertentu.

Join the Discussion

Your email address will not be published. Required fields are marked *

arrow