Horas… Horas… Horas, siapa yang orang batak tunjuk tangan? Pernah terpikir gak sob kalau ada robot yang bisa menari Tor-Tor? Pastinya tidak pernahkan? Saat ini, manusia tidak dapat lepas dari kebutuhan teknologi. Namun, di saat yang sama, kebudayaan dan tradisi masa lalu juga harus terus terjaga sebagai sebuah identitas diri. Baiklah sob, di artikel kali ini kita akan membahas robot yang bisa menari Tor-Tor. Mari simak ulasannya dibawah ini.

Pada zaman dahulu, orang batak toba sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si Gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur, boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari.

Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia. Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari.

Si Gale-gale masih tetap hidup di Tanah Batak. Tak jauh dari pinggir Danau Toba di Desa Tomok, Pulau Samosir. Musik khas Batak terdengar mengalun dari gondang (gendang Batak). Setelah mendengar musik tersebut, boneka ini akan langsung bergerak tanpa perlunya aba-aba. Si Gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walaupun dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.

Melihat hal tersebut, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memadukan seni tradisional Tanah Air dalam kontes robot yang syarat inovasi di bidang teknologi. Mereka adalah Crisman Wise PS dan Deni K Sihombing yang menciptakan sebuah robot yang mampu menari tor-tor, seni budaya asal Sumatera Utara.

Pada ajang International Robot Olympiad (IRO) 2011 kemarin, hadirnya sebuah robot nyentrik Si Gale-gale tersebut menjadi sorotan para pengunjung dan para peserta IRO 2011. Robot ini terkesan tradisional karena mengenakan ulos yang merupakan kain tradisional khas suku Batak, Sumatra Utara dan yang uniknya lagi si Gale-gale ini bisa melakukan gerakan gerakan tarian Tor-tor mengikuti iringan musik yang diperdengarkan. Kesempatan tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan budaya dan tradisi batak toba dengan kekayaan seninya.

Si Gale-gale ini sengaja diciptakan  untuk menonjolkan seni budaya asli Indonesia. Dengan Menggunakan sensor bunyi yang dimilikinya, Si Gale-gale ini bisa menggerakkan kedua tangannya meniru gerakan tari tor-tor.  Si Gale-gale pun dilengkapi dengan 21 peralatan mekanis sehingga gerakannya menjadi lebih gesit. Gerakan tarinya pun sesuai dengan tempo dan irama dari musik pengiringnya.

Si Gale-Gale masuk dalam kategori robot Indonesia. Diharapkan ke depannya akan muncul robot lain yang menjadi pelestari budaya Indonesia. Tak sia-sia Crisman Wise PS dan Deny K. Sihombing berkolaborasi menciptakan si Gale-gale. Robot ini berhasil meraih Technical Award. Gitu dong, Indonesia juga harus maju dan berkembang. Hihihi.

Selain Si Gale-gale, di ajang IRO ke-13 yang dihelat di Jakarta pada 15-18 Desember 2011 ini, Universitas Indonesia juga menghadirkan dua robot lainnya yang juga berhasil meraih penghargaan, yaitu Inxscopoda dan Smart-Cue.

Inxscopoda adalah robot pelacak telecontrolled berbasis Android yang mampu menjelajah, mencari informasi tentang kondisi suhu, kelembaban dan visualisasi daerah berbahaya tanpa harus mempertaruhkan keselamatan tim penyelamat bencana.

Sedangkan Smart-Cue adalah robot yang menyerupai sebuah meja yang bertujuan untuk membantu manusia dalam menyelamatkan barang berharga seperti perangkat elektronik dari bencana banjir dengan ketinggian air maksimal 250 cm. Smart-Cue dilengkapi sistem peringatan banjir yang bisa mengirim sms ke pemilik rumah. Fitur peringatan ini terintegrasi dengan aplikasi alarm berbasis Android minimal versi 2.2.3.

Patut di acungi jempol nih teman-teman dari Universitas Indonesia (UI) yang udah buat bangga Indonesia dengan menciptakan 3 robot sekaligus. Keren banget kan mereka sob, tepuk tangannya mana nih untuk mereka, hihihi. Semoga untuk kedepannya, semakin banyak robot-robot lain yang mereka ciptakan. HORAS…